Accounting Information System

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA) SEBAGAI  SARANA PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN

Keungulan kompetitif merupakan bentuk partisipasi suatu perusahaan dalam meningkatkan kualitas dan kinerja perusahaan serta salah satu strategi dalam persaingan dunia bisnis dewasa ini. Banyak cara ditempuh untuk mencapai keunggulan kompetitif, diantaranya dengan mengembangkan tehnologi informasi. Perkembangan teknologi informasi tak luput dari bagaimana menciptakan suatu sistem informasi yang dapat digunakan sebagai alat untuk membantu pengambilan keputusan pihak manajemen untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi atau SIA merupakan salah satu sistem informasi tertua dan telah banyak digunakan untuk mengolah dan mengelola data-data akuntansi sehingga informasi akuntansi dapat tersaji dengan mudah, cepat dan akurat.


Perdagangan bebas menyebabkan meningkatnya persaingan antar perusahaan. Hal ini disebabkan lingkungan usaha menghadapi suatu ketidakpastian yang tinggi. Dalam menghadapi lingkungan usaha seperti ini perusahaan diharuskan untuk senantiasa mencari cara dan metode baru agar tetap bertahan dan selalu unggul dalam persaingan. TI (Teknologi Informasi) akan membawa perusahaan pada kondisi yang menguntungkan yaitu kemudahan memasuki pasar, diferensiasi produk, dan cost efficiency. Pengunaan TI secara strategik akan mampu membawa perusahaan meningkatkan profitabilitas yang merupakan salah satu indikator performance.

Teknologi informasi dapat memperbaiki monitoring serta pengurangan spesifikasi hubungan yang ada dalam koordinasi eksplisit, sehingga perusahaan akan melakukan investasi dalam teknologi informasi untuk melakukan koordinasi antar perusahaan tanpa dikuatirkan oleh adanya resiko transaksi yang tinggi.

Informasi merupakan salah satu jenis utama sumber daya perusahaan yang tersedia bagi manajer. Informasi dapat dikelola seperti halnya sumber daya yang lain dan merupakan sumber daya konseptual yang digunakan untuk mengelola sumber daya fisik. Sistem konseptual terdiri dari suatu pengolah informasi yang mengubah data menjadi informasi dan menggambarkan sumber daya fisik. Sedangkan perusahaan adalah suatu system yang bersifat fisik , namun dikelola dengan menggunakan suatu system konseptual. Output informasi dari komputer, digunakan oleh para manajer, non-manajer serta staff atau orang – orang dan organisasi dalam lingkungan perusahaan.

Perusahaan dalam perkembangannya selalu berusaha untuk mempertahankan keungulan kompetitif dalam berbisnis dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan tersebut. Sukses atau tidaknya perusahaan ini akan sangat ditentukan oleh keputusan atau strategi yang diambil oleh perusahaan. Dewan memegang peranan yang sangat signifikan bahkan peran yang utama dalam penentuan strategi perusahaan tersebut.

Dalam literature keuangan,, teori keagenan (Agency Theory) memegang peranan penting dalam menjelaskan hubungan antar principal dan agen dalam menjalankan fungsi fungsi dan wewenang masing-masing. Konflik keagenan sering muncul dikarenakan adanya asymetri informasi yang dikarenakan perbedaan kepentingan antara principal dan agen, yang akan membawa masalah – masalah diantara berbagai pihak yang terlibat (Jensen dan Meckling, 1976). Dengan adanya pemisahan peran antara pemegang saham sebagai prinsipal dengan manajer sebagai agennya, maka manajer pada akhirnya akan memiliki hak pengendalian yang signifikan dalam hal bagaimana mereka mengalokasikan dana investor (Jensen & Meckling, 1976; Shleifer & Vishny, 1997).

Dari adanya laporan dan pelaporan keuangan yang merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban manajemen atas pengelolaan sumber daya perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan selama periode tertentu. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi keuangan perusahaan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk membuat beberapa keputusan, seperti: penilaian kinerja manajemen, penentuan kompensasi manajemen, pemberian dividen kepada pemegang saham, dan lain sebagainya.

Terdapat dua tujuan pelaporan keuangan menurut Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) No. 1. Pertama, memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor, investor potensial, kreditor dan pemakai lainnya untuk membuat keputusan investasi, kredit, dan keputusan serupa lainnya. Kedua, memberikan informasi tentang prospek arus kas untuk membantu investor dan kreditur dalam menilai prospek arus kas bersih perusahaan (FASB, 1978).

Menurut standar akuntansi keuangan di Indonesia (IAI, 2002) tujuan laporan keuangan yaitu untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan salah satu alat atau sarana yang digunakan sebagai pendukung dan pengolah informasi, khususnya informasi akuntansi dan keuangan yang digunakan oleh pihak manajemen dalam pengambilan suatu keputusan dan peningkatan kinerja keuangan suatu perusahaan. Menurut Wilkinson et al. (2001) Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah kesatuan struktur pada suatu entitas bisnis yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lainnya untuk mengubah data ekonomi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan memuaskan kebutuhan informasi bagi berbagai pengguna.

Dalam beberapa penelitian, diketahui bahwa framework baru untuk mengukur kinerja tidak lagi menekankan kinerja dalam arti produktivatas, namun kinerja perusahaan yang sebenarnya meliputi penjualan, asset, dan market value, sehingga dapat diperoleh suatu hasil hubungan yang signifikan antara TI dan kinerja perusahaan.

Bila ditinjau dari berbagai literature professional, secara akademis untuk mengidentifikasi dimensi nilai bisnis Teknologi Informasi, terbagi dalam tujuh nilai bisnis atau dimensi nilai bisnis Teknologi Informasi seperti yang terlihat dibawah ini :

1. Supplier Relations

Supplier Relations yang harmonis dapat berakibat efisiensi dalam proses produksi. Teknologi Informasi dapat digunakan untuk mengkoordinir hubungan penyalur atau untuk mengurangi biaya – biaya penagihan informasi melalui EDI (Electronic Data Interchange), Pengendalian Mutu ( TQM / Total Quality Management) dan Teknik pengiriman JIT (Just In Time) yang dapat mendorong terciptanya suatu keunggulan bersaing.

2. Productions and Operations

Teknologi Informasi dapat digunakan untuk memperbaiki teknik produksi melalui alat bantu computer untuk design dan pabrikasi

3. Product and Service Enhancement

Teknologi Informasi dapat membantu dalam pengembangan produk dan jasa baru disamping memperlancar proses R&D. Dari perspektif marketing, produk dan jasa dapat dibedakan secara unik dalam berbagai macam cara, sehingga dapat digunkan untuk mengidentifikasi dan melayani segmen pasar baru.

4. Sales and Marketing Support

Dukungan Teknologi Informasi untuk pemasaran dan penentuan harga, dapat membantu meningkatkan pendapatan dari penjualan, seperti yang ditunjukan oleh perusahaan penerbangan dalam system reservasi komputerisasi. Selain itu TI dapat digunakan untuk melacak kecenderungan pasar dan respon pasar terhadap program-program pemasaran. Kemunculan e-commerce berbasis internet, menunjukan permulaan era baru bagi prakarsa pemasaran yang dimungkinkan oleh TI, dengan bermunculannya program-program pemasaran yang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggan tertentu dan bukannya diberikan dalam bentuk pemasaran massal.

5. Customer Relations

Teknologi Informasi dapat digunakan untuk mempertahankan dan menjadikan hubungan dengan pelanggan yang lebih harmonis. Harmonisnya hubungan pelanggan dapat meningkatkan pengauasaan pasar yang pada akhirnya mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mempertahankan keunggulan bersaingnya. Sebagai contoh pada perusahaan Penerbangan Amerika (SABRE), American Hospital Supply (ASAP) and Federal Express (COSMOS).

6. Process Planning and Support

Teknologi Informasi dapat digunakan untuk menyediakan kelengkapan informasi dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dengan meningkatkan koordinasi dan komunikasi organisasi dan dengan meningkatkan stabilitas organisasi. TI dapat mengurangi biaya – biaya koordinasi dengan pihak – pihak ekstern.

7. Hubungan Antara Proses Dan Dinamika Bersaing

Teknologi Informasi dapat digunakan untuk mengubah keunggulan bersaing dari suatu industri, meningkatkan barrier to entry terhadap pesaing prospektif. Dinamika bersaing dapat dipengaruhi oleh strategi pemasaran sukses, sedangkan daya saing dapat ditingkatkan dengan memperbaiki pilihan produk dan biaya.

Tujuh dimensi tersebut, menunjukan bahwa teknologi informasi memberikan kontribusi nilai yang positif terhadap proses bisnis dan dinamika bersaing. Sehingga perusahaan pada umumnya diharapkanuntuk mengoptimalkan penggunaan sumber dayanya baik berupa software, hardware dan sumber daya manusia yang professional dibidang Teknologi Informasi yang mendukung serta diimbangi dengan peningkatan ketrampilan para operator atau user dari teknologi informasi tersebut sehingga manfaat yang potensial dari Teknik Informasi dapat meningkatkan nilai bisnis (kinerja) perusahaan.

13 Comments

  1. Tul mbak, perusahaan gak bisa lepas dari IT. Tp kadang2 sulit nyadarin petinggi2 utk gelontorin anggaran belanja IT.

  2. wah, mas-nya tau aja,… pengalaman ngajuin budget IT y..??

  3. good, jadi dimasukan SNA 2009 ga…

  4. jadi dunk,… syarat2x nya apa ja…

  5. YAH BEGITULAH ADANYA MBAK, KEBUTUHAN AKAN IT DEWASA INI………HHMMM….OH SUDAH MENJADI KEBUTUHAN KALI YAH…….., TERLEPAS DARI ITU SEMUA MEMANG PERMASALAHAN SERING MENTOK DI BAGIAN PENDANAAN……….,TAPI KADANG GILIRAN DANA SUDAH OK.. NAH MASALAH LAIN PULA MUNCULL….APA TUH …SPESIFIKASI IT YG DIBUTUHKAN KADANG DI BAWAH STANDAR YG ADA,…..YANG JADI CAPE DEHHHHHHHHH……RUSAK…PERAWATAN…DLLL DUITTT LAGEE..CAPE DEHHHHHH🙂

  6. yup… untuk itu, semua sumber daya harus sudah dipersiapkan dgn matang, baik itu; infrastruktur, SDM, money, serta sistem informasinya, so biar tercapai performance yg Oke, sesuai dengan GOAL yang sudah menjadi Planning di awal

  7. Stop dreaming start Action…. salam suksess selalu….

  8. tengkyu….
    sama – sama y, good luck juga…

  9. sip… happy blogging.

  10. Ingat…. Biaya Pengadaan/Pemakaian IT jangan lebih besar dari hasil yang didapat…. Prinsip Ekonomi itu lho… Apalagi iklim usaha baru tidak baik. Jangan hanya untuk gagah-gagahan. Ok

  11. wah, setuju deh Pak…, prinsipnya jangan lebih besar pasak daripada tiang🙂 Tapi investasi IT untuk era saat ini juga perlu kan…?

  12. Mba Ira nanya donk…tau aplikasi akunting yang bagus?

  13. […] Accounting Information System January 2009 12 comments […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s