KUSTOMISASI MASSAL

Dari zaman Henry Ford sampai akhir 1990-an, efisiensi produksi menuntut produksi massal. Perusahaan – perusahaan menggunakan pembagian kerja, standarisasi dan proses otomatis untuk membuat produk-produk dalam jumlah besar.  Skala ekonomi menyukai jumlah besar karena mengurangi biaya. Industri demi industri mengandalkan sistem produksi massal untuk meminimalkan biaya. Model T dari Ford, Mc.Donald’s dan Levittown tampil sebagai icon untuk produksi massal.

ford22 produk2 mc_donalds_-_kosher_-_buenos_aires_-_abasto_shopping 

Akan tetapi teknologi baru, seperti rancangan berbantuan komputer (Computer Aided Design : CAD) dan produksi berbantuan komputer (Computer-Aided Manufacturing : CAM), merusak ekonomi produksi massal. Dan keduanya memungkinkan penyesuaian massal (kustomisasi massal) terhadap kebutuhan.

Kustomisasi massal meliputi proses produksi yang cukup fleksibel untuk menciptakan produk dan jasa yang masing-masing dijalinkan dengan masing-masing pelanggan. Masa depan manufacturing produksi salah satunya adalah penyesuaian (kustomisasi) massal.

Kustomisasi massal menawarkan keuntungan baik bagi pelanggan maupun pabrik. Pelanggan tidak harus berkompromi.  Mereka dapat memperoleh produk yang mereka inginkan, disesuaikan dengan masing – masing selera dan kebutuhan. Bagi pabrik, mereka menciptakan lebih banyak kepuasan pelanggan, pada saat yang sama, meningkatkan efisiensi produksi. Kustomisasi massal mengakibatkan sedikit atau tidak adanya sediaan barang jadi atau setengah jadi ; tidak ada produk yang kadaluarsa yang penuh debu pada rak atau ruang pamer ; serta menuntut modal kerja yang lebih sedikit.

Kelemahan kustomisasi massal adalah bahwa sistem tersebut menciptakan peningkatan koordinasi permintaan pada manajemen. Dan sistem ini umumnya menuntut karyawan menempuh pelatihan ulang dan menyeluruh. Kustomisasi massal biasanya menuntut perekayasaan ulang proses dan pengorganisasian kembali kerja berdasar tim untuk meningkatkan kelenturan

2 Comments

  1. Mba ira, salam kenal.
    saya cukup tertarik mengenai strategi kustomisasi ini,
    namun ada yang ingin saya tanyakan.
    sudah adakah penerapan strategi kustomisasi ini di indonesia?
    baik itu dibidang jasa maupun manufaktur.
    jika di luar kita bisa menemukannya pada kasus Dell computer
    dan juga restoran pizza (domino’s) sempat menerapkan juga.
    trims….mohon bantuannya ya mba

  2. sudah tentunya,.. coz CAD-CAM di perusahaan2x di Indonesia juga sudah ada yang mengimplementasikan. Namun, memang sebagian besar perusahaan jasa & manufaktur di Indonesia (apalagi UKM-red) belum banyak yang familiar dengan customisasi massal, mereka masih fanatik dengan produksi massal, yang menurut mereka secara strategis masih efektif untuk kondisi tertentu. semoga membantu 🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s