Pembelajaran dan Perilaku Individu dalam Organisasi

prgf-1 Setiap Individu adalah pribadi yang unik.  Manusia pada hakekatnya adalah kertas kosong yang di bentuk oleh lingkungan mereka. Perilaku manusia merupakan fungsi dari interaksi antara person atau individu dengan lingkungannya. Mereka berperilaku berbeda satu sama lain karena ditentukan oleh masing – masing lingkungan yang memang berbeda.

Secara biografis individu memiliki karakteristik yang jelas bisa terbaca, seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, yang semua itu memiliki hubungan signifikan dengan produktivitas atau kinerja  dalam suatu organisasi dan merupakan isu penting dalam dekade mendatang. Dari kajian beberapa bukti riset, memunculkan kesimpulan bahwa usia tampaknya tidak memiliki hubungan dengan produktivitas. Dan para pekerja tua  yang masa kerjanya panjang akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengundurkan diri. Demikian pula dengan karyawan yang sudah menikah, angka keabsenan menurun, angka pengunduran diri lebih rendah serta menunjukkan kepuasan kerja yang lebih tinggi daripada karyawan yang bujangan.

pegf2-3 Setiap individu pun memiliki kemampuan yang berbeda, kemampuan secara langsung mempengaruhi tingkat kinerja dan kepuasan karyawan melalui kesesuaian kemampuan – pekerjaan. Dari sisi pembentukan perilaku dan  sifat manusia, perilaku individu akan berbeda di karenakan oleh kemampuan yang dimilikinya juga berbeda. Pembelajaran merupakan bukti dari perubahan perilaku individu. Pembelajaran terjadi setiap saat dan relatif permanen yang terjadi sebagai  hasil dari pengalaman.

Meski manusia dapat belajar dan dapat dipengaruhi oleh lingkungan mereka, terlalu sedikit perhatian yang diberikan dalam peran yang di mainkan pada evolusi pembentukan perilaku manusia.  Para psikologi evolusioner memberitahu kita bahwa manusia pada dasarnya sudah terbentuk ketika dilahirkan. Kita lahir di dunia ini dengan sifat-sifat yang sudah mendarah daging, diasah, dan diadaptasikan terus selama jutaan tahun, yang membentuk dan membatasi perilaku kita. Psikologi evolusioner menentang pemahaman yang menyatakan bahwa manusia bebas untuk mengubah perilaku jika dilatih atau dimotivasi. Akibatnya, kita menemukan bahwa orang dalam tataran organisasi sering berperilaku dengan cara yang tampaknya tidak bermanfaat bagi diri mereka sendiri atau majikan mereka. Namun B.F. Skinner, dengan bangga menyatakan keyakinannya dalam membentuk perilaku individu dalam lingkungan, “Berikan saya seorang anak pada saat kelahirannya dan saya dapat berbuat seperti apa yang Anda inginkan”.

Dari teori kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, memberikan 3 komponen dasar perilaku individu , diantaranya adalah :

Konsepsi Id : adalah subsistem dari kepribadian yang merupakan sumber dan menampung semua kekuatan jiwa yang menyebabkan berfungsinya suatu sistem. Libido dan Agresi adalah elemen kepribadian dari unsur Id yang berkenaan dengan kata hati, hasrat dan keinginan untuk mengejar kesenangan & kepuasan.

Konsepsi Ego : mewakili logika yang dihubungkan dengan prinsip-rinsip realitas dan merupakan subsistem yang berfungsi ganda yakni melayani sekaligus mengendalikan (penengah) dua sisi lainnya (Id & Super Ego), dengan cara berinteraksi dengan dunia atau lingkungan luar.

Konsepsi Super Ego : kekuatan moral dari personalitas yang merupakan sumber nilai, norma dan etika yang dianut seseorang dan memungkinkan ego memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah. Jika seseorang memiliki superego yang baik, maka orang tersebut akan memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi.

Sebagai kesimpulannya, perilaku individu tidak hanya ditentukan oleh faktor keturunan atau bawaan dari lahir, tetapi juga dipengaruhi oleh effort (usaha), ability (kompetensi) serta situasi lingkungan. Perubahan perilaku merupakan hasil dari proses pembelajaran.

kartun-orang-membawa-bumi

10 Comments

  1. Jeng, mau tanya : Melihat pekerjaan sekarang ini, banyaknya tekanan dari perusahaan membuat tidak sedikit karyawan yang sangat jenuh… apakah ada penelitian tentang tingkat kejenuhan para pekerja yang sudah tua? dalam arti banyaknya yang meminta pesiun muda..
    padahal dalam artikel diatas “Dari kajian beberapa bukti riset, memunculkan kesimpulan bahwa usia tampaknya tidak memiliki hubungan dengan produktivitas. Dan para pekerja tua yang masa kerjanya panjang akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengundurkan diri. Demikian pula dengan karyawan yang sudah menikah, angka keabsenan menurun, angka pengunduran diri lebih rendah serta menunjukkan kepuasan kerja yang lebih tinggi daripada karyawan yang bujangan.”

  2. Bagus makalahnya…. tapi sepanjang yang pernah saya baca tentang perilaku Individu dan organisasi… teori yang dibahas cukup lengkap, dan praktis, tetapi mungkin tidak pengaruh kultur sosial mempengaruhi perilaku individu.. ? mungkin tidak pengaruh kelompok dalam organisasi mempengaruhi perilaku individu ?

  3. materinya update terus, tapi bannernya kok nggak diganti ganti, update juga dong

  4. thank’s Mas Rouf, udah di ingetin, tp kata orang “substance is more important than appearance“. So, materi nya yg aku update trus,Mas… biar kita bs discuss bareng…

  5. Buat Mas / Pak Didik, Thanks atas kunjungan & pujiannya (smoga membuat saya semakin merasa kurang&haus akan ilmu)….
    Tentu saja perilaku individu yang menurut para ahli psikologi evolusioner merupakan bawaan dari lahir (keturunan), tetap saja bisa berubah, dikarenakan oleh berbagai pengaruh dari lingkungan (kultur sosial) dan faktor situasional. Seperti kita ketahui, setiap individu memiliki kharakter yang berbeda. Semakin konsisten karakteristik itu muncul di saat merespon lingkungan, hal itu menunjukkan faktor keturunan atau pembawaan (traits) merupakan faktor yang penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Begitu pula pengaruh kelompok yang dominan, dalam suatu organisasi dapat mengubah dan mempengaruhi perilaku individu. Hal ini terjadi, dikarenakan oleh adanya suatu interaksi dan ketergantungan antar individu dengan kelompoknya dalam suatu organisasi untuk menciptakan kinerja dan atau produktivitas serta kepuasan kerja bagi individu maupun kelompok kerja dalam organisasi.

  6. Thanks Jay, thanks buat frekuensi seringnya commentmu di situs aku…
    Sorry, terus terang saya blom menemukan penelitian tentang tingkat kejenuhan para pekerja untuk pensiun muda (semoga para pembaca yang mampir dan melihat keresahan dari pertanyaanmu, bisa membantu menemukan hasil penelitian yang kamu inginkan dan ikut nimbrung discuss tentang materi ini). Tetapi, dari realita yang pernah saya temui, banyak juga para pekerja muda dan bahkan sudah mapan, justru meminta keluar dari pekerjaan tetapnya, mereka berusaha keluar dari zona aman. Alasannya simple, kreativitas mereka tidak berkembang, idealisme mereka terpatahkan, dan berbagai alasan lainnya yang justru bukan karena faktor kesejahteraan. Namun, untuk keluar dari zona aman memang dibutuhkan keberanian serta idealisme yang Ok, so pada akhirnya bisa berproses untuk menikmati dan hidup bersama zona tidak aman…. :)

  7. [...] Pembelajaran dan Perilaku Individu dalam Organisasi April 2009 6 comments 3 [...]

  8. sepertinya devisi manula di Indonesia menarik untuk diaplikasikan bu… tinggal dipikirkan lebih banyak manfaatnya atau kendalanya.

  9. yup, pastinya pak…, ini pemikiran kita semua tentunya..
    masih produktifkah, efektif, atau justru kinerja perusahaan menurun.
    Namun dari sisi pengalaman “Manula” lebih layak untuk diandalkan Pak..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 850 other followers