MANAGEMENT ACCOUNTING SYSTEM

PENGARUH KARAKTERISTIK SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN DAN DESENTRALISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP KINERJA MANAJERIAL

by:
Achmad Solechan, S.Kom., MSi
Ira Setiawati, SE., MSi

Sistem akuntansi manajemen merupakan prosedur dan sistem formal yang menggunakan informasi untuk mempertahankan dan menyediakan alternatif dari berbagai kegiatan perusahaan. Karakteristik sistem akuntansi manajemen yang bermanfaat berdasarkan persepsi manajerial sebagai pengambil keputusan antara lain : broad scope, timeliness, aggregation dan integration (Chenhall dan Morris, 1986). Karakteristik informasi yang tersedia dalam organisasi akan menjadi efektif apabila mendukung kebutuhan pengguna informasi terhadap pengambilan keputusan. Hal ini sejalan dengan pendekatan kontigensi bahwa tingkat ketersediaan dari masing-masing karakteristik informasi sistem akuntansi, mungkin tidak selalu sama untuk setiap organisasi tetapi ada faktor tertentu lainnya yang akan mempengaruhi tingkat kebutuhan terhadap informasi akuntansi manajemen. Hal ini dapat digambarkan bahwa informasi akuntansi manajemen sebagai sub sistem kontrol dalam organisasi, akan selalu dihadapkan dengan sub sistem kontrol lainnya seperti desentralisasi, karena kedua sub sistem kontrol tersebut secara signifikan selalu ada dalam suatu organisasi (Outley, 1980). Tingkat desentralisasi akan mempengaruhi tingkat kebutuhan terhadap karakteristik informasi akuntansi manajemen.

Sistem Akuntansi Manajemen

Akuntansi manajemen adalah informasi keuangan yang merupakan keluaran yang dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen yang dimanfaatkan terutama oleh pemakai intern organisasi. Menurut Mulyadi (1997) akuntansi manajemen dapat dipandang dari dua sudut yaitu akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe akuntansi dan akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe informasi. Sebagai salah satu tipe akuntansi yaitu akuntansi manajemen merupakan suatu sistem pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai intern organisasi. Akuntansi manajemen merupakan salah satu tipe akuntansi diantara dua tipe akuntansi yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Sebagai salah satu tipe informasi, akuntansi manajemen merupakan tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai satuan ukuran, yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan.

Penilaian Chenhall dan Morris (1986) menemukan bukti empiris mengenai karakteristik informasi yang bermanfaat menurut persepsi para manajerial yaitu terdiri dari informasi :
1. Broad Scope ; merupakan informasi yang memiliki cakupan luas dan lengkap, yang biasanya meliputi aspek ekonomi (pangsa pasar, produk domestik bruto, total penjualan) dan aspek non ekonomi misalnya : kemajuan teknologi, perubahan sosiologis, demografi (Chia, 1995).
2. Timeliness ; menunjukkan ketepatan waktu dalam memperoleh informasi mengenai suatu kejadian (Echols, 1996). Informasi dikatakan tepat waktu apabila informasi tersebut mencerminkan kondisi terkini dan sesuai dengan kebutuhan manajer (Bordnar, 1995). Informasi yang tepat waktu akan membantu manajer dalam pengambilan keputusan dalam menghadapi ketidakpastian di lingkungan kerja (Chusing, 1994)
3.Agregasi ; Informasi yang disampaikan pada karakeristik informasi agregasi ini disampaikan dalam bentuk yang lebih ringkas, tetapi tetap mencakup hal-hal penting sehingga tidak mengurangi nilai informasi itu sendiri (Bordnar, 1995)
4. Integrasi ; Karakteristik informasi integrasi mencerminkan kompleksitas dan saling keterkaitan antara bagian satu dengan bagian lain (Nazarudin, 1998), yang berperan sebagai koordinator dalam mengendalikan pengambilan keputusan yang beraneka ragam.

Desentralisasi

Menurut Hellriegel dan Slocum (1978) dalam Itje Nazarudin (1998) menyatakan bahwa desentralisasi merupakan pendelegasian wewenang tanggung jawab kepada para manajer lebih rendah. Tingkat pendelegasian menunjukkan seberapa jauh manajemen yang lebih tinggi mengizinkan manajemen yang lebih rendah untuk membuat kebijakan secara independen artinya pendelegasian yang diberikan kepada menajemen yang lebih rendah (subordinate) dalam kaitannya dengan otoritas pembuatan keputusan (decision making) dan desentralisasi memerlukan tanggung jawab terhadap aktivitas subordinate tersebut.

Kinerja Manajerial

Dari tingkat pendelegasian tersebut, memunculkan penilaian terhadap kinerja manajerial. Kinerja merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menilai pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan cara membandingkan dengan kinerja dengan uraian atau deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu. Sedangkan Kinerja manajerial dapat diartikan sebagai kinerja manajer dalam kegiatan-kegiatan yang meliputi perencanaan, investigasi, pengoordinasian, evaluasi, pengawasan, pengaturan staf (staffing), dan perwakilan/representatif di lingkungan organisasinya. (Siswanto Sastrohadiwiryo, 2002). Unsur-unsur yang dapat dinilai dalam menilai kinerja antara lain ; Kesetiaan,  Prestasi Kerja, Tanggung Jawab, Ketaatan, Kejujuran, Kerjasama, Prakarsa.

Pengaruh Sistem Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial
Perusahaan mendesain sistem akuntansi manajemen untuk membantu organisasi melalui para manajer dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengambilan keputusan. Para manajer membutuhkan dukungan informasi untuk menjalankan aktivitasnya. Seberapa besar dukungan informasi yang diperlukan oleh para manajer tergantung pada variabel lingkungan tugas yang dihadapinya. Karakteristik hubungan antar sub unit organisasi dan besarnya tingkat desentralisasi yang diperlukan oleh organisasi.

Pengaruh Desentralisasi terhadap Kinerja Manajerial
Tingkat desentralisasi akan mempengaruhi tingkat kebutuhan terhadap karakteristik informasi akuntansi manajemen. Dampak interaksi antara sistem akuntansi manajemen dengan desentralisasi akan semakin positif terhadap kinerja manajerial. Hubungan tersebut terjadi karena adanya desentralisasi, para manajer diberikan hak untuk mengambil keputusan oleh superior (atasannya) dan mengimplementasikannya, tetapi di sisi lain manajer bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah ditetapkan. Pada organisasi desentralisasi para manajer akan membutuhkan informasi yang lebih dibanding dengan sentralisasi, sebab pada organisasi sentralisasi manajer hanya menjalankan tugas atas perintah atasannya saja.

Hasil

Dari penelitian ini menyimpulkan bahwa secara parsial, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen (SAM) terhadap Kinerja Manajerial; namun tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Desentralisasi terhadap Kinerja Manajerial; secara parsial, tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Karakteristik SAM dan Desentralisasi sebagai Variabel Moderating  terhadap Kinerja Manajerial.

KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN

3 Comments

  1. salam kenal mbak Rara… saya Putu Deddy, mahasiswa magister akuntansi UNUD Bali, saya sedang dalam proses penyusunan tesis dan saya tertarik untuk mereplikasi disertasi mbak Rara ini, kalau mbak Rara berkenan saya mau minta tolong dikirimin tulisan lengkapnya sebagai bahan pertimbangan saya dalam penyusunan tesis. alamat e-mail saya : kukik_2x@yahoo.com
    Terima kasih sebelumnya…..!!!

  2. […] MANAGEMENT ACCOUNTING SYSTEM July 2009 1 comment 5 […]

  3. mohon maaf, ini bukan disertasi saya..,
    karena pendidikan terakhir saya hanya baru sampai S2 Akuntansi🙂
    semoga cepet kelar tesis nya yaa…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s