Atraksi Panjat Pinang

Dalam peringatan tujuh belasan memperingati HUT RI, salah satu atraksi yang menarik untuk disaksikan adalah panjat pinang. Satu tim secara bersama-sama memanjat pohon pinang yangs udah dilumuri oli (minyak gemuk) untuk memperebutkan serangkaian hadian yang tergantung diatasnya. Tidak jelas darimana permainan ini dimulai, akan tetapi satu hal yang jelas, melalui permainan ini tampak kerja sama yang solid, motivasi yang jelas untuk memperebutkan hadiah, dan sorak – sorai penonton yang sangat antusias mendukung orang-orang dalam tim tersebut.

Banyak hal yang dapat dipetik dari atraksi panjat pinang, yang melukiskan upaya manusia untuk menggapai cita-cita dan aspirasinya. Aspirasi dan tujuan hidup merupakan sasaran yang membawa manusia tahu dan mengerti akan apa yang sedang dikerjakannya saat ini. Manusia yang malang bukanlah mereka yang tidak memiliki uang (miskin), namun mereka yang tidak mempunyai  tujuan dalam hidupnya. Usaha pencapaian cita2 tersebut tidak bisa dilakukan sendiri tetapi harus melibatkan orang lain dalam relasi yang harmonis. Tampak pembagian tugas yang jelas, ada yang sebagai penahan beban dibawah, ada yang tugasnya menghilangkan dampak oli yang licin, dan ada yang siap di atas untuk meraih hadiah2 yang tergantung.

Bila dicermati lebih lanjut, seluruh team, seolah-olah bekerja sama. Kenyataannya, banyak peserta yang tidak menyadari bahwa mungkin maksud hati menolong rekannya, supaya sampai di atas, namun yang terjadi adalah justru malah menariknya kembali ke bawah. Disadari atau tidak, dalam kehidupan inipun demikian, teman yang dikira teman akhirnya malah menjatuhkan. Memang diperlukan niat yang tulus untuk menggapai cita-cita dalam kerja sama agar diperoleh dukungan yang kuat dari lingkungan. Continue reading

Self Awareness

Alkisah  di Jepang ada seorang samurai yang suka bertarung. Samurai ini menantang seorang guru Zen untuk menjelaskan konsep surga & neraka.  Akan tetapi, Pendeta itu menjawab dengan nada menghina “Kau hanyalah seorang Bodoh – aku tidak mau menyia-nyiakan waktu untuk orang macam kamu !”
Merasa harga dirinya direndahkan, samurai naik darah. Sambil menghunus pedang ia berteriak “Aku dapat membunuhmu, karena kekurangajaranmu” “Naah.., “ jawab Pendeta itu dengan tenang, “itulah neraka”

Takjub melihat kebenaran yang ditunjukkan oleh sang Guru, akan amarah yang menguasai dirinya, samurai itu menjadi tenang, menyarungkan pedangnya, dan membungkuk sambil mengucapkan terima kasih kepada Pendeta itu atas penjelasannya. “dan..,” kata Sang Pendeta, “itulah Surga”

Ajaran Socrates : Kenalilah Dirimu menunjukkan Inti Kecerdasan Emosional (EQ) ; Kesadaran akan perasaan diri sendiri, sewaktu perasaan itu timbul

Menurut Sigmud Freud ;

•Kesadaran diri dilukiskan sebagai “perhatian tidak memihak. Memandang kejadian apapun melalui kesadaran netral, sebagai saksi yang berminat, namun tidak bereaksi.
•Kesadaran diri = Kepekaan mengacu pada perhatian seseorang yang bersifat introspektif dan bercermin pada diri akan pengalamannya
ego yang mengamati, yaitu kemampuan kesadaran diri yang memungkinkan si Analis memantau reaksi – reaksinya sendiri terhadap apa yang dikatakan pasien, dan yang dibina dalam diri pasien oleh proses asosiasi bebas.

Menurut Meyer :

•Kejernihan pikiran tentang emosi boleh melandasi cciri-ciri kepribadian  yang antara lain adalah  yakin akan batas2 yang dibangun, kesehatan jiwanya bagus, cenderung berpendapat positif akan kehidupan. •Bila suasana hati sedang jelek,  maka tidak risau dan tidak larut didalamnya, dan mampu melepaskan diri dari suasana tersebut dengan baik dan lebih cepat.  •Pendek kata,  “ketajaman pola pikir menjadi penolong untuk mengatur emosi

Kecakapan Emosi (by:Goleman) adalah hasil belajar yang didasarkan pada kecerdasan emosi. Terbagi dalam 2 hal :
> Kecakapan Pribadi ; menentukan bagaimana kita mengatur diri sendiri,  yang mencakup kesadaran diri (self awareness),  pengaturan diri (self regulation) and motivation
> Kecakapan sosial ; berperan ketika kita berhubungan dengan orang lain, yang diantaranya mencakup empati (emphaty), ketrampilan sosial (sosial skill)